Not everything I write is about me or even you. But if the shoe fits, feel free to wear it.
Jumat, 12 April 2013
untitled
Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja pun belum pernah.
Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'.
Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.
-tere liye
Selasa, 09 April 2013
The Song
Never put my love out on the line, never said yes to the right guy and never had trouble getting what I want. But when it comes to you, I’m never good enough.
When I don’t care, I can play ‘em like a Ken doll. Won’t wash my hair then make 'em bounce like a basketball, but you make me wanna act like a girl. Wear some blink and perfume. Yes, you make me so nervous that I just can’t hold your hand. You make me glow, but I cover up won’t let it show.
Never break a sweat for the other guys but when you come around, I get paralyzed and every time I try to be myself it comes out wrong like a cry for help. It's just not fair pain's more trouble than love is worth, I gasp for air it feels so good, but you know it hurt.
Turn the lock and put my headphones on, he always said he didn't get this song but I do, I do. We tell stories and you don't know why I'm coming off a little shy but I do. And you throw your head back laughing like a little kid. I think it's strange that you think I'm funny 'cause he never did. I've been spending the last eight months thinking all love ever does is break and burn and end. But on a Wednesday in a cafe I watched it begin again.
Though I tried before to tell him, all the feelings I have for him in my heart everytime that I come near him I just loose my nerve as I've done from the start. Do I have to tell a story of thousand rainy days since we first met?
It's a big enough umbrella but it's always me who ends up getting wet. I resolve to call him up a thousand times a day but my silent fears have gripped me. Long before I reached the phone. Long before my tongue has stripped me. Must I always be alone.
There I was again tonight, forcing laughter, faking smiles. Same old, tired place lonely place walls of insincerity, shifting eyes and vacancy vanished when I saw your face, all I can say is it was enchanting to meet you.
Your eyes whispered, "Have we met?" across the room, your silhouette starts to make its way to me. The playful conversation starts, counter all your quick remarks like passing notes in secrecy. And I was enchanted to meet you.
The lingering question kept me up, 2 a.m., who do you love? I wonder 'til I'm wide awake now I'm pacing back and forth, wishing you were at my door. I'd open up and you would say "it was enchanting to meet you madam".
This is me praying that; This was the very first page, not where the storyline ends. My thoughts will echo your name until I see you again, these are the words I held back as I was leaving too soon, yes I was enchanted to meet you. Please don't be in love with someone else. Please don't have somebody waiting on you.
I know looks can be deceiving but I know I saw a light in you and as we walked we were talking, I didn't say half the things I wanted to. For if I ever saw you, I didn't catch your name but it never really mattered because I will always feel the same.
And when at last I find you, your song will fill the air sing it loud so I can hear you. Make it easy to be near you for the things you do endear you to me. Oh, you know I will, I will. Close your eyes give me your hand, darlin', Do you feel my heart beating do you understand? Do you feel the same? Am I only dreaming or is this burning an eternal flame.
Loving him is like driving a new Maserati down a dead-end street faster than the wind, passionate as sin ending so suddenly. Loving him is like trying to change your mind once you're already flying through the free fall, like the colors in autumn, so bright just before they lose it all.
Losing him was blue like I'd never known and missing him was dark grey all alone. Forgetting him was like trying to know somebody you never met but loving him was red. Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you. Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite song. Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there's no right answer. Regretting him was like wishing you never found out that love could be that strong.
Sabtu, 06 April 2013
Untuk kamu sgala pemuja rasa
Entah harus bagaimana aku semestinya mengalirkan derasnya rasa ini, yang aku tahu hanyalah meredamnya menjadi buih. Iya, aku mengerti walau berbuih pun ia masih bisa mengeroyok. Tak apa, setidaknya ia tak begitu menghujam.
Seandainya aku bisa menggantikan segala rasa yang sedang mengadili hati mu, aku bersedia. Jejak air mata itu masih dapat ku lihat dengan mata telanjang, walau berulang kali ku basuh dengan air. Entah apa yang merasuki mu, tolonglah untuk segera kembali waras. Bagaimana sanggup aku melihat kau mengoyak-ngoyak diri mu secara pilu?
Bahkan aku tak melihat danau teduh itu lagi di mata mu. Mata yang sanggup menelan siapa saja. Begitu tenang. Kamu kenapa? Tanya ku pada sukma mu. Sepertinya hati dan logika mu sedang perang dingin. Kalah mengerikan dengan kapal selam uni soviet yang memasuki perairan amerika pada musim dingin.
Kamu kemana? Tanya ku pada sosok yang tak ku kenal setahun belakangan ini. Tolong berhenti lah meradang pada nasib yang tak kunjung berubah. Aku tahu kamu lebih berharga, jangan kalah dengan ini. Persetan dengan segala perasaan yang berkecamuk, tolong lenyap lah.
Pertarungan paling hebat memang pertarungan melawan diri sendiri. Titik dimana hati dapat terkoneksi dengan pikiran, dan segala ego teredam. Ah kamu pasti sudah tak asing dengan kata manajemen hati bukan? Sudah dua tahun lebih kita diajarkan itu oleh perahu merah putih ini. Ya aku tahu, ini sedikit berbeda tapi tetap pada definisi yang sama kan?
Untuk kamu sgala pemuja rasa, semoga kamu dapat mengalahkan segala emosi yang tumpah ruah. Aku selalu disini, menanti sembuhnya kamu, mendamba senyum ikhlas dari bibir kecil mu. Maafkan aku yang telah dengan sengaja membuat alirannya semakin deras, andai aku tahu mungkin aku tak akan melesat mulutnya bagai ketapel.
Untuk kamu sgala pemuja rasa, semoga kamu dan dirimu baik-baik saja.
Jumat, 05 April 2013
Apakah post ini benar-benar membutuhkan sebuah judul?
Ketika sesuatu yang sebenarnya tidak wajar tetapi dimaklumi secara terus-menerus lama-kelamaan akan menjadi sebuah budaya. Ya budaya yang salah karena berdasarkan ketidakwajaran yang dimaklumi.
Mungkin terdengar berlebihan memang tapi itu lah yang saya rasakan. Entah ini hanya pemikiran lugu saya atau memang inilah fenomena yang terjadi ditengah-tengah kita.
Banyak ketidaklaziman yang kata orang-orang "tak apa-apa kan sudah zamannya". Zaman nya siapa? Oh mungkin kah zaman jahiliyah? Ah berapa memangnya umur saya? Seperti orang tua saja bicaranya.
Selasa, 02 April 2013
segenggam
maaf tapi saya memang tak dapat menjanjikan apapun. bukannya pengecut atau tak bisa berkorban. bukan juga ingin memberikan pembelaan diri atas ketidakmampuan diri sendiri, tapi saya hanya manusia. maaf, karena bagi saya janji adalah sesuatu yang sangat sakral dan suci. pernah mendengar "kalau janji tidak ditepati kau terhalang menuju akherat". sungguh menyeramkan bukan? entah subjektif ku atau seperti apa, tapi entah mengapa banyak orang yang dengan mudah melafalkan "sungguh, aku berjanji" dan sebagainya.
dan untuk orang yang telah dijanjikan, bagaimana kabarmu? pasti menyebalkan, ah salah tapi sangat menyebalkan jika seseorang latah berjanji. bukan kah janji adalah harapan bagi mereka yang sudah dijanjikan. mereka berharap, mungkin sedikit memohon demi terlangsung janji itu. sial lah mereka yang terlalu berharap pada sesuatu yang fana.
Langganan:
Postingan (Atom)
Design by: StarSunflower Studio | Made with Vintage Mini Kit by: Etoile du nord