Not everything I write is about me or even you. But if the shoe fits, feel free to wear it.
Tampilkan postingan dengan label candu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candu. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Juli 2020
A Good Friend to Me
Sometimes I just can't control my thoughts and no medication's ever made them stop.
All I think about is everything I'm not instead of everything I got.
Cause sometimes I just feel like I'm a freak.
When I wake up, I just don't like what I see.
All the way from my head right down to my feet.
I wish that I thought differently.
Another day, the voice inside my head that's telling me I'm okay.
Entertain it for a second, then I push it away.
I'm scared they're all laughing, so I make the joke first.
If I beat 'em to the punchline, then I can't get hurt. Right?
I don't know how to be a good friend to me, but I swear to God I'm trying.
All I think about is everything I'm not instead of everything I got.
Cause sometimes I just feel like I'm a freak.
When I wake up, I just don't like what I see.
All the way from my head right down to my feet.
I wish that I thought differently.
Another day, the voice inside my head that's telling me I'm okay.
Entertain it for a second, then I push it away.
I'm scared they're all laughing, so I make the joke first.
If I beat 'em to the punchline, then I can't get hurt. Right?
I don't know how to be a good friend to me, but I swear to God I'm trying.
A Smile On Your Face
Yesterday felt like my first day working but now I'm not the youngest on the clock.
Been a while since days were just for burning and it's been a while since I threw back a shot.
Don't wanna look back and thinking I could've done this or I could've tried that.
Don't wanna look back cause I know it's going by fast.
I'ma call my mother.
It's been a while since I've been home.
Take a trip home and see all the lights in Jakarta.
Get lost in the traffic just to see what I can find.
So when it's my time, I'm smiling when I die.
Been a while since days were just for burning and it's been a while since I threw back a shot.
Don't wanna look back and thinking I could've done this or I could've tried that.
Don't wanna look back cause I know it's going by fast.
I'ma call my mother.
It's been a while since I've been home.
Take a trip home and see all the lights in Jakarta.
Get lost in the traffic just to see what I can find.
So when it's my time, I'm smiling when I die.
Her
Sometimes life just slips in through a back door and carves out a person and makes you believe it's all true.
And now I've got you, but you're not what I asked for.
If I'm honest, I know I would give it all back for a chance to start over and rewrite an ending or two.
For the girl that I knew.
And now I've got you, but you're not what I asked for.
If I'm honest, I know I would give it all back for a chance to start over and rewrite an ending or two.
For the girl that I knew.
Who'll be reckless, just enough.
Who'll get hurt, but who learns how to toughen up when she's bruised.
And then she'll get stuck.
And be scared of the life that's inside her.
Growing stronger each day 'til it finally reminds her.
To fight just a little, to bring back the fire in her eyes.
That's been gone, but used to be mine.
Who'll get hurt, but who learns how to toughen up when she's bruised.
And then she'll get stuck.
And be scared of the life that's inside her.
Growing stronger each day 'til it finally reminds her.
To fight just a little, to bring back the fire in her eyes.
That's been gone, but used to be mine.
She...
She's imperfect, but she tries.
She is good, but she lies.
She is hard on herself.
She is broken and won't ask for help.
She is messy, but she's kind.
She is lonely most of the time.
She is all of this mixed up and baked in a beautiful pie.
She is gone, but she used to be mine.
She is good, but she lies.
She is hard on herself.
She is broken and won't ask for help.
She is messy, but she's kind.
She is lonely most of the time.
She is all of this mixed up and baked in a beautiful pie.
She is gone, but she used to be mine.
Selasa, 29 November 2016
Meskipun pikiran dan tubuh telah terpenjara, tapi jiwa masih tetap bebas berkelana. Pikiran kerap hanya terbangun oleh tempelan-tempelan yang kita ambil atau dipaksa masuk oleh sekitar kita. Sementara tubuh selalu diperlakukan sebagai pengikut pikiran. Ia tidak hadir dengan kewenangan. Maka ketika tubuh bergerak sendiri, lepas dari pikiran, selalu dianggap pembangkangan.
Sementara jiwa adalah kesadaran yang menempel dalam keberadaan manusia. Sangat kecil, sangat tersembunyi. Suara-suaranya selalu jernih, tapi lirih tak terdengar. Kesadaran yang lama tak diperhatikan, akhirnya makin tersembunyi, kalah oleh timbunan-timbunan suara luar yang diyakini sebagai kebenaran.
Jumat, 25 November 2016
Sejak pertama kali
manusia mulai menggali kuburan, diiringi bunga dan bersedih karena kematian
yang lain, 110 milyar manusia yang pernah tinggal di planet ini telah tiada.
6,9 milyar manusia yang masih hidup sampai hari ini, menjejaki tanah tempat tidur
orang-orang mati, yang suatu hari juga akan mati dan membusuk.
Tidak hanya
manusia, tapi semua yang hidup di dunia ini akan mati.
Jangan terlau negatif.
Kematian adalah hadiah
untuk mereka yang pernah hidup. Kematian adalah istirahat, cermin yang
menggambarkan kehidupan mereka.
Selasa, 22 November 2016
That day when the stars came falling. It’s almost as if a scene from a dream. Nothing more, nothing less than a beautiful view. Why does the scenery of a town that no longer exists wring my heart so?
Once in a while when I wake up, I find myself crying. The dream I must’ve had I can never recall. But the sensation that I’ve lost something, lingers for a long time after I wake up. I feel like I’m always searching for someone, or something.
It feels like I'm diving into you at unparalleled speed. If that’s what it is, I’ll strive with grace.
Even though dreams fade away after you wake up, I'll treasure the experience. I wanted to tell you that wherever you may end up in this world, I will be searching for you.
I’m always searching for something, for someone.
This feeling has possessed me I think, from that day
That day when the stars came falling.
"aku juga berada di tempat yang sama, jadi aku sangat paham rasa takut dan kesendirianmu. tapi kesendirian itu bukanlah raja yang menguasai kita. kesendirian itu hanya awan yang terkadang datang lalu pergi. di luar sana masih banyak orang yang mengalami luka yang sama. jika kau membiarkan mereka begitu saja, bukankah kau sama saja mengabaikan dirimu di masa lalu? apa kau yakin akan membiarkannya begitu saja?"
Minggu, 20 November 2016
a waste of the person you are
you really have pretty eyes. they are like the fruit of hawthorn plant, swaying in the breeze. but, not even birds would eat them. they are not sweet, bitter or even poisonous, yet they are provide nothing.
Sabtu, 06 Agustus 2016
Kamis, 21 Juli 2016
Plastik
Aku adalah sebuah plastik yang tak berharga dan penyebab banyak kesukaran. Aku masih ingin hidup (lagi).
Siapa yang akan menyelamatkanku setelah aku mati? Bisakah aku melihat sesuatu dalam kegelapan? Apakah akan ada seseorang yang menangisi kepergianku?
Hanya keheningan yang datang setelah aku berteriak, bahkan tidak ada satupun gema.
Mengapa aku masih bisa merasakan kegelapan dalam diriku? Mengapa aku tidak bisa merasakan cahaya meskipun aku tahu itu ada? Aku membutuhkan uluran tangan.
Tolonglah,
ini adalah pengakuan pertamaku dalam hidup ini.
Mengapa kau membuatku bukan siapapun? Apa kau tidak menyukai aku yang seperti ini? Aku hanya ingin bernafas (lagi).
Apa yang paling aku inginkan adalah keajaiban sebagaimana proses seorang ibu melahirkan.
Tolong selamatkan aku
(Aku bukan apa-apa)
Tolong selamatkan aku
(Mengapa aku bukan siapa-siapa?)
Tolong selamatkan aku
(Sekali lagi)
Aku bukanlah plastik yang tak berharga dan penyebab banyak kesukaran. Aku masih ingin hidup (lagi). Aku tidak ingin menyerah lagi.
Aku tidak yakin apa kau bisa merasakannya, tapi air mata ku masih mengalir. Iya, entah air mata ini mengalir atau tidak, kau terlalu jauh dariku untuk melihatnya. Jadi, tolong katakan padaku dalam jarak yang dekat, karena aku tidak bisa mendengarmu mengucapkan 'aku minta maaf'.
Tapi aku bukan apa-apa.
Jangan merasa bersalah.
Aku tahu benar bahwa aku tidak dilahirkan dengan cinta. Aku bisa merasakannya. Aku bisa merasakan semuanya.
Karena aku adalah sebuah plastik
Sekarang aku benar-benar menginginkanmu untuk memilikinya. Tolong terimalah.
Terasa canggung saat melihat isi ruangan tanpa kehadiran kau di dalamnya, saat aku memanggil namamu di pagi hari tanpa menyadarinya, saat aku menangis tanpa alasan dalam kesendirianku di malam hari.
Tidak ada lagi dirimu.
Siapa yang akan menyelamatkanku setelah aku mati? Bisakah aku melihat sesuatu dalam kegelapan? Apakah akan ada seseorang yang menangisi kepergianku?
Hanya keheningan yang datang setelah aku berteriak, bahkan tidak ada satupun gema.
Mengapa aku masih bisa merasakan kegelapan dalam diriku? Mengapa aku tidak bisa merasakan cahaya meskipun aku tahu itu ada? Aku membutuhkan uluran tangan.
Tolonglah,
ini adalah pengakuan pertamaku dalam hidup ini.
Mengapa kau membuatku bukan siapapun? Apa kau tidak menyukai aku yang seperti ini? Aku hanya ingin bernafas (lagi).
Apa yang paling aku inginkan adalah keajaiban sebagaimana proses seorang ibu melahirkan.
Tolong selamatkan aku
(Aku bukan apa-apa)
Tolong selamatkan aku
(Mengapa aku bukan siapa-siapa?)
Tolong selamatkan aku
(Sekali lagi)
Aku bukanlah plastik yang tak berharga dan penyebab banyak kesukaran. Aku masih ingin hidup (lagi). Aku tidak ingin menyerah lagi.
Aku tidak yakin apa kau bisa merasakannya, tapi air mata ku masih mengalir. Iya, entah air mata ini mengalir atau tidak, kau terlalu jauh dariku untuk melihatnya. Jadi, tolong katakan padaku dalam jarak yang dekat, karena aku tidak bisa mendengarmu mengucapkan 'aku minta maaf'.
Tapi aku bukan apa-apa.
Jangan merasa bersalah.
Aku tahu benar bahwa aku tidak dilahirkan dengan cinta. Aku bisa merasakannya. Aku bisa merasakan semuanya.
Karena aku adalah sebuah plastik
Sekarang aku benar-benar menginginkanmu untuk memilikinya. Tolong terimalah.
Terasa canggung saat melihat isi ruangan tanpa kehadiran kau di dalamnya, saat aku memanggil namamu di pagi hari tanpa menyadarinya, saat aku menangis tanpa alasan dalam kesendirianku di malam hari.
Tidak ada lagi dirimu.
Saat kau menatap jurang terlalu lama, jurangnya juga akan menatap mu. Saat kau mencoba mengungkap rahasia seseorang, rahasiamu sendiri mungkin akan terungkap. Selalu ada resiko untukmu.
Kadang, aku merasa seperti seluruh dunia berwarna abu-abu, seolah-olah waktu masih terhenti. Bagiku, ada juga saat seperti itu.
Tapi waktu tak pernah berhenti. Waktu bergerak maju tanpa akhir, sepasti tubuh terkubur di dalam tanah suatu hari akan menjadi tulang putih.
Dengar, kaulah yang selalu menghentikan waktu, kalau kau berhenti dalam ketakutan masa depan, kau tidak akan meningkatkan apa-apa dan tidak memulai apa-apa.
Kau menghabiskan hidupmu seperti orang yang sudah mati. Entah kau mengharapkannya atau tidak, waktu tidak akan berhenti. Makanya, tiada yang lebih menarik dari dunia ini.
Jangan terlalu negatif. Kau belum menjadi abu. Kau masih punya daging, darah dan juga tulang yang mendukungmu.
Waktu tidak akan berhenti, seberapa dalam kau peduli pada seseorang, nantinya kau akan tetap mengatakan selamat tinggal. Tidak peduli seberapa dalam kau peduli atau mencintai seseorang, hidup mereka akan berakhir.
Tapi kalau itu masalahnya, apa yang tersisa untuk kita? Hanya sentimen yang tak berguna? Apakah hanya tulang yang tetap ada setelah kehidupan berakhir?
Aku tidak tahu apa yang ada di depan. Jujur saja, aku takut. Tapi aku masih ingin bersamamu, aku ingin menghabiskan waktu yang sama denganmu, juga melihat dunia yang sama. Meski mungkin memang sakit, aku sudah bersiap untuk melihatnya.
Dia yang melihat dan mencari keputusasaan yang membuatmu terkubur di dalamnya, ketakutan, dan mimpi tak terwujud.
Walaupun dia adalah jurang yang tidak boleh dilihat. Walaupun dia sudah melihat balik pada kita, aku tetap ingin pergi bersama mu, karena aku tahu waktu tidak akan berhenti.
Kadang, aku merasa seperti seluruh dunia berwarna abu-abu, seolah-olah waktu masih terhenti. Bagiku, ada juga saat seperti itu.
Tapi waktu tak pernah berhenti. Waktu bergerak maju tanpa akhir, sepasti tubuh terkubur di dalam tanah suatu hari akan menjadi tulang putih.
Dengar, kaulah yang selalu menghentikan waktu, kalau kau berhenti dalam ketakutan masa depan, kau tidak akan meningkatkan apa-apa dan tidak memulai apa-apa.
Kau menghabiskan hidupmu seperti orang yang sudah mati. Entah kau mengharapkannya atau tidak, waktu tidak akan berhenti. Makanya, tiada yang lebih menarik dari dunia ini.
Jangan terlalu negatif. Kau belum menjadi abu. Kau masih punya daging, darah dan juga tulang yang mendukungmu.
Waktu tidak akan berhenti, seberapa dalam kau peduli pada seseorang, nantinya kau akan tetap mengatakan selamat tinggal. Tidak peduli seberapa dalam kau peduli atau mencintai seseorang, hidup mereka akan berakhir.
Tapi kalau itu masalahnya, apa yang tersisa untuk kita? Hanya sentimen yang tak berguna? Apakah hanya tulang yang tetap ada setelah kehidupan berakhir?
Aku tidak tahu apa yang ada di depan. Jujur saja, aku takut. Tapi aku masih ingin bersamamu, aku ingin menghabiskan waktu yang sama denganmu, juga melihat dunia yang sama. Meski mungkin memang sakit, aku sudah bersiap untuk melihatnya.
Dia yang melihat dan mencari keputusasaan yang membuatmu terkubur di dalamnya, ketakutan, dan mimpi tak terwujud.
Walaupun dia adalah jurang yang tidak boleh dilihat. Walaupun dia sudah melihat balik pada kita, aku tetap ingin pergi bersama mu, karena aku tahu waktu tidak akan berhenti.
Minggu, 19 Juni 2016
Manusia
Jadi harus darimana aku memulai untuk menceritakannya? Terlalu banyak hal-hal yang sulit untuk dijelaskan, begitu kata orang-orang. Rasa-rasanya sudah diujung tenggorokan kata-kata itu berjalan dan entah kenapa tidak dapat dikeluarkan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. Padahal sudah susah payah memilah-milah kata yang tepat, sudah berlatih raut wajah seperti apa yang harus ditunjukkan. Hanya dalam seperkian detik semua itu terasa tak berarti lagi.
Ah bukankah sudah banyak orang yang berkeluh kesah tentang ini? Bahkan aku jamin mereka juga tahu penyebabnya, tapi masih saja tak mau mengambil langkah walau mereka juga tahu apa solusinya. Bukankah manusia sangat menyebalkan? Mereka menggerutu tentang sulitnya hidup padahal mereka sendiri juga tahu bagaimana mengatasinya dan kenapa hal itu bisa terjadi. Mereka memilih untuk menyangkal kebenaran dan memaksakan semuanya harus mampu menopangnya. Lantas melontarkan sumpah serapah kepada manusia lainnya, bahkan Sang Pencipta.
Ketika keputusasaan dan kesendirian menggerogoti, manusia mempertanyakan Tuhan dengan makian kenapa semua harus tercipta di dunia ini. Merasa telah hidup secara tidak adil, membenci hal-hal yang seharusnya tak dibenci dan menyakiti manusia lainya. Tapi ketika kebahagiaan dan kasih sayang menyelimuti, manusia melupakan Tuhan dengan kesombongan betapa sempurnanya hidup yang dimiliki.
Haruskah ku katakan juga jika manusia adalah makhluk yang paling tak berperasaan? Bertindak sesuka hati, plin-plan, mamaksa untuk didengar daripada mendengar, memaksa untuk dipahami daripada mencoba untuk memahami.
Siapa itu yang meminta untuk mati lalu tiba-tiba berdoa memohon-mohon untuk hidup lebih lama? Iya, manusia.
Kenapa harus menjalani hidup yang penuh dengan kerumitan ketika pada akhirnya akan meninggal? Karena hiduplah manusia bisa melakukan kesalahan dan lalu apa? Terkena hukuman dari Tuhan atas tindak kejahatan selama bernafas di dunia yang katanya hanya sementara. Kenapa tidak Tuhan menciptakan manusia langsung di surga yang katanya kekal, tanpa harus bersusah payah menjalani hidup?
Pertanyaannya adalah, untuk apa manusia hidup? Mencari kebahagiaan? Kekayaan? Status? Ah ini semua hanya gurauan, bukan?
Apa manusia tahu apa itu kebahagiaan tanpa harus menjalani kesedihan? Apa manusia tahu bagaimana nikmatnya menjadi kaya sebelum tertampar kemiskinan?
Apa jawaban sebenarnya?
Dilahirkan tanpa kemampuan apa-apa, mendapat kasih sayang dan perhatian, lalu beranjak tua dan ditinggalkan. Lantas apa yang tersisa?
Apa alasan Tuhan menciptakan manusia untuk hidup di dunia yang katanya hanya sementara ini? Sebagai ujian untuk memilah-milah manusia mana yang pantas masuk ke dalam surga-Nya? Bukankah setelah menjalani siksaan kejam dari para penjaga nerka manusia pada akhirnya bisa memasuki surga walau dengan tubuh yang tak layak?
Tulisan ini dibuat bukan untuk mempertanyakan Tuhan dan semesta-Nya.
Rabu, 19 November 2014
Frasa Rasa
telah tercipta puluhan rangkaian frasa
membentuk bisikan kasih yang tertuju satu; untuk mu
terasa ramai pikiran bersuara
kemudian tersadar hanya kepada bisu
aku berbicara
selalu keinginan-keinginan mengajakku terlelap
dalam angan semu yang gelap
kemudian tersadar hanya buta yang setia menatap
tak pernah sedikitpun hilang lantun suara lembutmu
kemudian tersadar hanya tuli yang mendengar
membentuk bisikan kasih yang tertuju satu; untuk mu
terasa ramai pikiran bersuara
kemudian tersadar hanya kepada bisu
aku berbicara
selalu keinginan-keinginan mengajakku terlelap
dalam angan semu yang gelap
kemudian tersadar hanya buta yang setia menatap
tak pernah sedikitpun hilang lantun suara lembutmu
kemudian tersadar hanya tuli yang mendengar
Selasa, 18 November 2014
I kept all the things you threw away. A leaf I picked, a birthday card I made. Holding on to memories of you and me; we're just a box of souvenirs.
Maybe I pulled the panic cord and maybe I was happy, you were bored. Maybe I wanted you to change. Maybe I'm the one to blame.
This meant more to me than it did to you. You were full of doubt and I believed. The more that you keep coming over, the more I know it's over.
It is the right time to push myself and keep pushing before it's too late. Cause the closer I look the scarier it is. Just turn the table on.
Minggu, 02 November 2014
Like a thief in the light, you can’t hide from your shadow. It’s the only thing you own and you don’t need to pretend that perfection is your friend, ‘cause we’re all broken. We all end up alone.
Love your flaws and live for your
mistakes. Beauty’s on the surface wearing thin, come closer show the marks upon your skin.
You’re a spark without flame and I’m a desert in the rain. You’re a mountain and I’m a stepping stone.
So walk away from your pride. It’s a demon is disguise and it won’t help you to calm the swelling tide.
Show me that you're human..
Selasa, 23 September 2014
Selasa, 12 Agustus 2014
Walk In My Shoes
I've lost my way
where should I go?
a small alleyway split into twelve ways
where can I go to meet you again?
if it's my destiny
if I can choose my destiny
even if I close my eyes and walk
I will choose the right path
the disappeared bright time
it's what your two eyes shone upon me,
that bright time
I'm not just waiting
I'm walking to find you
the bright time will come back to me
when the cold wind blows
I just close my eyes
I'm not sad, I dance
again and again
the dark brown haired lady has left to find her path
she's fallen in love again, she's happy again
a story that's been re-written from the beginning
they say you can go to better places
if you wear better shoes
so I won't stop until I find you
my feet keep going and going
to their own way
oh my shoes
I will set my heart properly
a little faster
my lost bright time will I find you,
after wandering through strange time?
is it still far ahead?
when I get scared
I smile for no reason
will you forget me?
I hope your time stops in mine
slow the time, stop the time
I will run a bit faster
again and again
where should I go?
a small alleyway split into twelve ways
where can I go to meet you again?
if it's my destiny
if I can choose my destiny
even if I close my eyes and walk
I will choose the right path
the disappeared bright time
it's what your two eyes shone upon me,
that bright time
I'm not just waiting
I'm walking to find you
the bright time will come back to me
when the cold wind blows
I just close my eyes
I'm not sad, I dance
again and again
the dark brown haired lady has left to find her path
she's fallen in love again, she's happy again
a story that's been re-written from the beginning
they say you can go to better places
if you wear better shoes
so I won't stop until I find you
my feet keep going and going
to their own way
oh my shoes
I will set my heart properly
a little faster
my lost bright time will I find you,
after wandering through strange time?
is it still far ahead?
when I get scared
I smile for no reason
will you forget me?
I hope your time stops in mine
slow the time, stop the time
I will run a bit faster
again and again
Senja
Senja adalah semacam perpisahan
yang mengesankan. Cahaya emas berkilatan pada kaca jendela gedung-gedung
bertingkat, bagai disapu kuas keindahan raksasa. Awan gemawan menyisih, seperti
digerakkan tangan-tangan dewa.
Cahaya
kuning matahari melesat-lesat. Membias pada gerak jalanan yang mendadak berubah
bagai tarian. Membias pada papan-papan reklame. Membias pada percik gerimis
dari air mancur. Membias di antara keunguan mega-mega. Maka langit bagaikan
lukisan sang waktu, bagaikan gerak sang ruang, yang segera hilang. Cahaya
kuning senja yang makin lama makin jingga menyiram jalanan, menyiran segenap
perasaan yang merasa diri celaka. Mengapa tak berhenti sejenak dari upacara
kehidupan?
Cahaya
melesat-lesat, membias, dan membelai rambut seorang wanita yang melambai
tertiup angin dan dari balik rambut itu mengertap cahaya anting-anting panjang
yang tak terlalu gemerlapan dan tak terlalu menyilaukan sehingga bisa ditatap
bagai menatap semacam keindahan yang segera hilang, seperti kebahagiaan.
Langit
senja bermain di kaca-kaca mobil dan kaca-kaca etalase toko. Lampu-lampu
jalanan menyala. Angin mengeras. Senja bermain di atas kampung-kampung. Di atas
genting-genting. Di atas daun-daun. Mengendap ke jalanan. Mengendap ke
comberan. Genangan air comberan yang tak pernah bergerak memperlihatkan langit
senja yang sedang bermain.
Ada
sisa layang-layang di langit, bertarung dalam kekelaman. Ada yang sia-sia
mencoba bercermin di kaca spion sepeda motornya. Ada musik dangdut yang
mengentak dari warung. Babu-babu menggendong bayi di balik pagar. Langit makin
jingga, makin ungu. Cahaya keemasan berubah jadi keremangan. Keremangan berubah
jadi kegelapan. Bola matahari tenggelam di cakrawala, jauh, jauh di luar kota.
Dan kota tinggal kekelaman yang riang dalam kegenitan cahaya listrik. Dan
begitulah hari—hari berlalu.
Lampu-lampu
kendaraan yang lalu-lalang membentuk untaian cahaya putih yang panjang dan
cahaya merah yang juga panjang. Wajah anak-anak penjual Koran dan majalah di
lampu merah pun menggelap. Mereka menawarkan Koran sore dan majalah ke tiap
jendela mobil yang berhenti. Bintang-bintang mengintip di langit yang bersih.
Seorang wanita, entah di mana, menyapukan lipstik ke bibirnya.
langit muram, kau pun tahu
angin menyapu musim, gerimis melintas
pada senja selintas, aku tak tahu
masihkah ketemu malamkukamu adalah mimpi itu, siapa tahu
dalam jejak senyap semalam
menatap hujan,
tiada bertanya sedu atau sedan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Design by: StarSunflower Studio | Made with Vintage Mini Kit by: Etoile du nord